Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 07 Mei 2013

Proces Costing (Akutansi Manajemen )


BAB III
METODE HARGA POKOK PROSES
(PROCESS COSTING)

3.1.  PENDAHULUAN
            Penentuan harga pokok proses merupakan suatu metode dimana bahan baku, tenaga  kerja , dan overhead pabrik dibebankan ke pusat biaya atau departemen. Biaya yang dibebankan ke setiap unit produk yang dihasilkan ditentukan dengan membagi total biaya yang dibebankan ke pusat biaya atau departemen produksi dengan menjumlah unit yang diproduksi pada pusat biaya yang bersangkutan.
            Apabila suatu pabrik  menghasilkan unit-unit produk secara massal,  homogen, dan terus menerus  dapat menggunakan metode harga pokok proses yang mengakumulasikan data biaya berdasarkan departemen-departemen dimana proses produksi dilaksanakan. Proses akumulasi atau pengumpulan biaya menurut pusat pertanggung jawaban seperti departemen atau pusat biaya hanya merupakan tahap yang lebih dahulu  dilakukan dalam rangka penentuan harga pokok per unit. Perhitungan-perhitungan dalam perincian harga pokok tersaji  dalam laporan biaya produksi (cost of production report).

3.2.  TUJUAN KHUSUS
Setelah mempelajari bab ini diharapkan dapat :
1.      Menyebutkan karakteristik kalkulasi harga pokok proses
2.      Menghitung harga pokok produk per satuan
3.      Membuat laporan harga pokok produksi per departemen produksi
4.      Mengkalkulasi kehilangan unit selama berlangsungnya proses produksi
5.      Mencatat biaya produksi dalam buku jurnal.

3.3.  KARAKTERISTIK  HARGA  POKOK  PROSES
Metode pengumpulan biaya produksi ditentukan oleh karakteristik proses produk perusahaan. Dalam perusahaan yang berproduksi secara massa, karakteristik produksinya adalah sebagai berikut :
1.      Produk yang dihasilkan merupakan produk yang standar.
2.      Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama dan bersifat massal.
3.      Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu.
4.      Proses produksi melalui departementalisasi produk atau pusat biaya bersifat homogeny.
5.      Akumulasi biaya dilakukan berdasarkan periode tertentu.

3.3.1.  MANFAAT INFORMASI HARGA POKOK PROSES
Dalam perusahaan yang berproduksi massa, informasi harga pokok produksi yang dihitung untuk jangka waktu tertentu bermanfaat bagi manajemen untuk :
1.      Menentukan harga jual produk. Perusahaan yang berproduksi massa memproses produknya untuk memenuhi persediaan di gudang. Dengan demikian biaya produksi dihitung untuk jangka waktu tertentu  dalam menghasilkan informasi biaya produksi persatuan produk. Kebijakan penetapan harga jual yang didasarkan pada biaya menggunakan formula penetapan harga jual berikut ini :
Taksiran biaya produksi untuk jangka waktu tertentu                                    xxx
Taksiran biaya nonproduksi untuk jangka waktu tertentu                              xxx
                                                                                                                                    ----- +
            Taksiran total biaya untuk jangka waktu tertentu                                           xxx
            Jumlah produk yang dihasilkan untuk jangka waktu tertentu                                    xxx
                                                                                                                                    ----- :
            Taksiran harga pokok produk persatuan                                                         xxx
            Laba perunit produk yang diinginkan                                                             xxx
                                                                                                                                    ----- +
            Taksiran harga jual perunit yang dibebankan kepada pembeli                        xxx
                                                                                                                                    ===
2.    Memantau realisasi biaya produksi. Jika rencana produksi untuk jangka waktu tertentu telah diputuskan untk dilaksanakan, manajemen memerlukan informasi biaya produksi yang sesungguhnya dikeluarkan didalam pelaksanaan rencana produksi. Akuntansi biaya digunakan untuk mengumpulkan informasi biaya produksi yang dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu untuk memantau apakah proses produksi mengkonsumsi total biaya produksi sesuai dengan yang diperhitungkan sebelumnya.
3.      Menghitung laba atau rugi bruto periode tertentu.  Untuk mengetahui apakah kegiatan produksi dan pemasaran perusahaan dalam periode tertentu mampu menghasilkan laba bruto atau mengakibatkan rugi bruto, manajemen memerlukan informasi biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk memproduksi produk dalam periode tertentu. Informasi laba atau rugi bruto periodic diperlukan untuk mengetahui kontribusi produk dalam menutup biaya nonproduksi dan menghasilkan laba atau rugi.
4.      Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan persediaan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca.

3.4.   ALIRAN PRODUK

Dalam penentuan biaya proses aliran suatu produk yang berkaitan dengan pembebanan biaya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.      Aliran Produk Secara Berurutan, merupakan suatu bentuk aliran produksi fisik dimana setiap proses produk dilakukan dalam urutan langkah yang sama.
Gambar 3.1
Aliran Produk Berurutan

                       
  Dept.Pemotongan                 
 

       BDP - Bahan Baku
       BDP - Tenaga Kerja
       BDP - Overhead

Dept. Tenun                


                                                        BDP - Tenaga Kerja
                                                        BDP - Overhead


Dept. Painting


                                                                            BDP - Bahan Baku
                                                                            BDP - Tenaga Kerja               F6
                                                                            BDP -  Overhead


  Sumber : Bustami (2006 : 112)

2.      Aliran Produk Secara Paralel, merupakan suatu format aliran produksi fisik dimana bagian-bagian tertentu dari pekerjaan dilakukan secara simultan dan kemudian digabungkan dalam suatu proses atau proses final untuk penyelesaian dan ditransfer ke produk jadi.
Gambar 3.2
Aliran Produk Paralel

Dept.Pemotongan                                      Dept.Pemotongan


BDP - Bahan Baku                                 BDP – Tenaga Kerja
BDP - Tenaga Kerja                                BDP – Overhead Pabrik
BDP - Overhead




                                                                                       Dept.Perakitan                    Dept.Penyelesaian


                                                                                     BDP-Bahan Baku               BDP - Tenaga Kerja
    Dept.Pengamplasan                                                                                  BDP-Tenaga Kerja             BDP - Overhead
                                                                                                     BDP-Overhead Pabrik
BDP – Bahan Baku
BDP – Tenaga Kerja
BDP – Overhead Pabrik


Sumber : Bustami (2006 :113)


3.      Aliran Produk Secara Selektif, merupakan format produksi fisik dimana produk berpindah ke departemen-departemen yang berbeda dalam suatu pabrik, tergantung pada produk final yang akan diproduksi.















Gambar 3.3
Aliran Produk Selektif

Dept. Tenun


BDP – Bahan Baku
BDP – Tenaga kerja
BDP – Overhead Pabrik





                                Dept.Painting
               
                BDP – Tenaga Kerja
                BDP – Overhead Pabrik


                                                                                Dept.Pengepakan                Produk Selesai                      Produk Selesai


                                                                                BDP – Bahan Baku
                                                                                BDP – Tenaga Kerja
                                                                                BDP – Overhead Pabrik

                Dept Penjahitan


       BDP - Tenaga Kerja
                       BDP – Overhead Pabrik


Sumber : Bustami (2006 :114)


3.5.   AKUNTANSI UNTUK KALKULASI BIAYA PROSES
Secara umum konsep dasar yang digunakan dalam kalkulasi biaya berdasarkan pesanan sama dengan yang digunakan dalam kalkulasi biaya proses. Catatan akuntansi yang digunakan pada kalkulasi biaya proses lebih sedikit dibandingkan dengan kalkulasi biaya pesanan. Perbedaan antara keduanya terletak pada adanya departemen atau pusat biaya sebagai objek pembebanan biaya produksi pada kalkulasi biaya proses, sementara pada kalkulasi biaya pesanan objek pembebanan biaya adalah pesanan (order).
a)   Biaya Bahan Baku
Akuntansi untuk bahan baku dilakukan seperti pada kalkulasi biaya pesanan, hanya saja pada kalkulasi biaya proses dasar pemakaian bahan baku dapat dilakukan dari dua sumber yaitu 1) bukti permintaan bahan baku, 2) perhitungan persediaan bahan baku pada akhir periode (jika persediaan menggunakan metode fisik).
Jika dasar pencatatan pemakaian bahan baku adalah bukti permintaan bahan baku, maka catatannya dilakukan pada saat bahan baku dikeluarkan dari gudang. Jika dasar pencatatannya adalah perhitungan fisik persediaan bahan baku maka pencatatan dilakukan pada akhir periode akuntansi dimana proses produksi telah selesai dilakukan. Ayat jurnal untuk mencatat pemakaian bahan baku :
·         Pemakaian bahan baku di departemen I
Persediaan BDP-Dept I                                  xxx
            Persediaan bahan baku                                    xxx
·         Pemakaian bahan baku di departemen II
Persediaan BDP-Dept II                                 xxx
            Persediaan bahan baku                                    xxx

b)   Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja dalam kalkulasi biaya proses ditelusuri ke departemen atau pusat biaya, bukan ke pesanan seperti dalam kalkulasi biaya pesanan. Sementara itu tahapan pencatatan biaya tenaga kerja dilakukan sama dengan tahapan pencatatan dalam kalkukasi biaya pesanan yaitu 1) pengakuan biaya gaji dan upah, 2) pembayaran beban gaji dan upah kepada tenaga kerja dan 3) distribusi beban gaji dan upah.

c)    Biaya Overhead Pabrik
Pencatatan BOP dalam kalkulasi biaya proses juga dilakukan dalam tiga tahap sebagaimana dalam kalkulasi biaya berdasarkan pesanan. 1) Pada saat terjadi, biaya aktual dari BOP diakumulasikan dan dicatat dalam akun buku besar Pengendali BOP, dan rincian BOP diakumulasikan dalam buku pembantu  atau catatan tambahan. Ayat jurnal yang digunakan untuk mencatat BOP aktual pada saat terjadinya yaitu :
Pengendali BOP                                 xxx
            Akumulasi penyusutan mesin             xxx
                                    Asuransi pabrik dibayar di muka        xxx
                                    Upah tidak langsung                           xxx
                                    Sewa gedung pabrik                           xxx
                                    Akun-akun BOP yang dikreditkan     xxx
2) Pada akhir periode akuntansi BOP dibebankan ke departemen produksi untuk ditentukan biaya unit yang diproduksi selama periode tersebut. Jika pembebanan BOP menggunakan tariff yang ditentukan di muka (predetermined rate), maka tariff tersebut dikalikan dengan jumlah aktual dari dasar aktivitas yang digunakan di setiap departemen produksi. Ayat jurnal yang digunakan untuk mencatat pembebanan BOP ke departemen I dan departemen II, dengan asumsi akun terpisah digunakan untuk BOP yang dibebankan sebagai berikut :
                        Persediaan BOP-Dept I                                  xxx
                        Persediaan BOP-Dept II                                 xxx
                                    BOP yang dibebankan                                    xxx
3)  Oleh karena BOP yang dibebankan ke produksi tidak selalu sama dengan jumlah BOP aktual yang terjadi, maka akan terjadi BOP yang dibebankan terlalu rendah (underapplied) atau yang dibebankan terlalu tinggi (overapplied). Jika terjadi selisih (variance) maka jumlah tersebut dapat dibebankan ke Harga Pokok Penjualan.
d).   Produk Selesai
            Akuntansi untuk produk selesai pada setiap departemen produksi dilakukan berdasarkan data dari Laporan Biaya Produksi. Ayat jurnal untuk mencatat pemindahan biaya produksi dan unit fisik produk dari suatu departemen ke departemen lainnya atau ke gudang produk jadi sebagai berikut :
-          Ayat jurnal untuk mencatat produk selesai pada departemen pertama yang kemudian ditransfer ke departemen kedua :
Persediaan BDP-Dept II                                 xxx
            Persediaan BDP-Dept II                                 xxx
-          Ayat jurnal untuk mencatat produk selesai pada departemen kedua yang kemudian ditransfer ke gudang barang jadi :
Persediaan Produk Jadi                                   xxx
            Persediaan BDP-Dept II                                 xxx

3.5.1.  EKUIVALENSI  UNIT DALAM PENENTUAN BIAYA PROSES
Pada penentuan biaya proses, umumnya tidak semua produk yang dimasukkan dalam proses selesai akhir periode bersangkutan, seringkali adanya persediaan awal dan akhir dari produk dalam proses dengan tingkat penyelesaian yang beragam.
Untuk pembebanan biaya apabila terdapat produk dalam proses dengan tingkat penyelesaian tertentu, perlu dilakukan penyetaraan produk dalam proses tersebut dengan produk jadi, yang disebut dengan unit ekuivalen produksi atau produksi ekuivalen. Jadi unit produksi ekuivalen menunjukkan jumlah unit produk jadi dan unit produksi dalam proses yang disetarakan dengan produk jadi.
Perhitungan unit produksi ekuivalen adalah :
            PE = Produk jadi+ (Produk dalam proses x % tingkat penyelesaian)
Perhitungan biaya perunit produk yang dibebankan kepada masing-masing biaya produksi adalah
                                    Total Biaya
Biaya perunit   =          ---------------
                                           PE

3.5.2.      LAPORAN BIAYA PRODUKSI DAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PROSES - PRODUK YANG MELALUI SATU DEPARTEMEN PRODUKSI

Contoh 1) :

PT Jaya Abadi mengolah produknya secara massa melalui satu departemen produksi. Jumlah biaya yang dikeluarkan selama Bulan Januari 2007 sebagai berikut :
            Biaya bahan baku                    Rp         5.000.000
            Biaya bahan penolong                           7.500.000
            Biaya tenaga kerja                               11.250.000
            Biaya overhead pabrik                        16.125.000
                                                            -------------------------
            Total biaya produksi               Rp       39.875.000
                                                            ==============

Jumlah produk yang dihasilkan selama bulan tersebut :
            Produk jadi                                                     2.000 kg
            Produk dalam proses pada akhir bulan              500 kg

Tingkat penyelesaian proses produksi :
            Biaya bahan baku                    100%
            Biaya bahan penolong             100%
            Biaya tenaga kerja                   50%
            Biaya overhead pabrik            30%

Diminta :
a.       Hitunglah produksi ekuivalen dan biaya produksi perunit pada departemen yang bersangkutan
b.      Siapkan laporan biaya produksi pada departemen yang bersangkutan
c.       Catat ayat jurnal sehubungan dengan biaya produksi yang terjadi pada deparetemen tersebut.
PENYELESAIAN :

a.       PE = produk jadi + (Produk dalam proses x % tingkat penyelesaian)

PE – BBB       =   2.000 kg + (500 x 100%) = 2.500 kg
PE – BBP        =   2.000 kg + (500 x 100%) = 2.500 kg
 PE – BTK       =   2.000 kg + (500 x 50%)   = 2.250 kg
PE – BOP        =   2.000 kg + (500 x 30%)   = 2.150 kg

Biaya produksi perunit :

Biaya bahan baku        =          Rp   5.000.000 : 2.500 kg = Rp 2.000
            Biaya bahan penolong =          Rp   7.500.000 : 2.500 kg =      3.000
            Biaya tenaga kerja       =          Rp 11.250.000 : 2.250 kg =      5.000
            Biaya overhead pabrik=          Rp 16.125.000 : 2.150 kg =      7.500
                                                                                                     ----------------
                                                TOTAL                                          Rp 17.500           
                                                                                                     =========

b.      Laporan biaya produksi :


PT. JAYA ABADI
LAPORAN BIAYA PRODUKSI
PERIODE JANUARI 2007


Data Kuantitas Produksi

Unit yang dimasukkan dalam proses                          2.500 kg
                                                                                    ======
Unit produk jadi yang ditransfer ke gudang                                      2.000 kg
Unit produk yang masih dalam proses                                                    500 kg
                                                                                                            ------------
Unit produk yang dihasilkan                                                              2.500 kg
                                                                                                            =======

Biaya yang dibebankan selama Bulan Januari :

                                                                        Total Biaya                  Biaya Per kg

            Biaya bahan baku                                            Rp         5.000.000      Rp   2.000
            Biaya bahan penolong                                                   7.500.000              3.000
            Biaya tenaga kerja                                                       11.250.000              5.000
            Biaya overhead pabrik                                                16.125.000              7.500
                                                                                    ------------------------      --------------
            Total biaya produksi                                       Rp       39.875.000      Rp 17.500
                                                                                    ==============   =========


Perhitungan Biaya Produksi :

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang
            (2.000 kg x Rp 17.500)                                                           Rp       35.000.000
Harga pokok persediaan produk yang masih dalam proses :
     Biaya bahan baku       = 100%x500kgxRp 2.000=Rp 1.000.000                          
     Biaya bahan penolon  = 100%x500kgxRp 3.000=      1.500.000
                 Biaya tenaga kerja      =   50%x500kgxRp 5.000=      1.250.000
     Biaya overhead pabri  =   30%x500kgxRp 7.500=      1.125.000
                                                                                --------------------
                                                                                                            Rp         4.875.000                                                                                                             ---------------------------
            Total biaya produksi…………………………………           Rp       39.875.000                                                                                                                 ================


c.       Jurnal untuk mencatat biaya produksi

1.      Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan baku :

BDP-BBB                                           Rp   5.000.000
            Persediaan bahan baku                                    Rp   5.000.000

2.      Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan penolong :

BDP-BBP                                           Rp   7.500.000
            Persediaan bahan penolong                 Rp   7.500.000

3.      Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja :

BDP-BTK                                                       Rp  11.250.000
            Biaya Gaji dan Upah                                      Rp  11.250.000

4.      Jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik :

BDP-BOP                                                       Rp  16.125.000
            Berbagai rekening BOP yg dikreditkan          Rp  16.125.000

5.      Jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang :

Persediaan produk jadi                       Rp  35.000.000
            BDP-BBB                                           Rp   4.000.000
            BDP-BBP                                           Rp    6.000.000
            BDP-BTK                                           Rp   10.000.000
            BDP-BOP                                           Rp   15.000.000

6.      Jurnal untuk mencatat harga pokok persediaan yang masih dalam proses akhir bulan :

Persediaan Produk dalam proses                    Rp  4.875.000
            BDP-BBB                                                       Rp    1.000.000
            BDP-BBP                                                       Rp    1.500.000
            BDP-BTK                                                       Rp    1.200.000
            BDP-BOP                                                       Rp    1.125.000


3.5.3.      PERHITUNGAN HARGA POKOK PROSES - PRODUK YANG MELALUI DUA ATAU LEBIH DEPARTEMEN PRODUKSI

Jika produk diolah melalui lebih dari satu departemen produksi, perhitungan biaya produksi per unit produk yang dihasilkan oleh departemen produksi pertama sama dengan contoh 1) yang telah diselesaikan di atas.
Perhitungan biaya produksi per unit produk yang dihasilkan oleh departemen pertama merupakan perhitungan yang bersifat kumulatif. Karena produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama telah merupakan produk jadi dari departemen sebelumnya, yang membawa biaya produksi dari departemen produksi sebelumnya tersebut. Harga pokok produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama terdiri dari :
1.      Biaya produksi yang dibawa dari departemen sebelumnya.
2.      Biaya produksi yang ditambahkan dalam departemen setelah departemen pertama.


Contoh 2):
PT. MENTARI memiliki dua departemen produksi yaitu Departemen A dan Departemen B dalam menghasilkan produknya. Data produksi dan biaya kedua departemen tersebut dalam Bulan Januari 2007 sebagai berikut :

            Keterangan                                                      Departemen A             Departemen B

            Unit yang dimasukkan dalam proses              35.000 kg                    30.000 kg
            Produk selesai yang ditransfer ke dept.B       30.000 kg                    -
            Produk selesai yang ditransfer ke gudang      -                                   24.000 kg
            Produk dalam proses akhir                              5.000 kg                      6.000 kg
            Biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari :
                        B. Bahan baku                                                Rp.   70.000                Rp.      0
                        B. Tenaga kerja                                   Rp. 155.000                Rp.  270.000
                        B. Overhead pabrik                             Rp. 248.000                Rp.  405.000
            Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir :
                        B. Bahan baku                                                100%                           -
                        B. Konversi                                         20%                             50%

Diminta :

a.       Hitunglah produksi ekuivalen dan biaya produksi perunit pada tiap departemen.
b.      Siapkan laporan biaya produksi pada tiap departemen.
c.       Catat ayat jurnal sehubungan dengan biaya produksi yang terjadi pada tiap deparetemen.




PENYELESAIAN :
a.       Produksi ekuivalen dan biaya perunit Departemen A

Unsur biaya                 Total biaya      Produksi ekuivalen      Biaya perunit
            ===============================================================
            Bahan baku                 Rp    70.000        35.000 kg                Rp   2             
            Tenaga kerja                Rp  155.000        31.000 kg                        5
            Overhead pabrik         Rp  248.000        31.000 kg                        8
                                                ---------------                                         --------
            Total                            Rp  473.000                                        Rp  15
                                                =========                                        =====

                                                                                                                                                                        Produksi ekuivalen dan biaya perunit Departemen B

Unsur biaya                 Total biaya      Produksi ekuivalen      Biaya perunit
            =============================================================== 
            Tenaga kerja                Rp  270.000        27.000 kg                Rp 10
            Overhead pabrik         Rp  405.000        27.000 kg                      15
                                                ---------------                                         --------
            Total                            Rp  675.000                                        Rp  25
                                                =========                                        =====
                       
b.      Laporan Biaya Produksi Departemen A


PT. MENTARI
LAPORAN BIAYA PRODUKSI DEPARTEMEN A
PERIODE JANUARI 2007


Data Kuantitas Produksi

Unit yang dimasukkan dalam proses                          35.000 kg
                                                                                    ========
Unit produk jadi yang ditransfer ke dept.B                                       30.000 kg
Unit produk yang masih dalam proses                                                  5.000 kg
                                                                                                            --------------
Unit produk yang dihasilkan                                                              35.000 kg
                                                                                                            ========

Biaya yang dibebankan selama Bulan Januari :

                                                                        Total Biaya                  Biaya Per kg

            Biaya bahan baku                                            Rp         70.000                       Rp   2
            Biaya tenaga kerja                                                       155.000                               5
            Biaya overhead pabrik                                                248.000                               8
                                                                                    ---------------------------     -----------------
            Total biaya produksi                                       Rp       473.000                       Rp 15
                                                                                    ===============     ==========


Perhitungan Biaya Produksi :

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke dept.B
            (30.000 kg x Rp 15)                                                                Rp       450.000
Harga pokok persediaan produk yang masih dalam proses :
     Biaya bahan baku       = 100%x5000kgxRp 2=Rp 10.000                        
     Biaya tenaga kerja      =   20%x5000kgxRp 5=        5.000
     B O P                          =   20%x5000kgxRp 8=        8.000
                                                                                --------------------
                                                                                                            Rp          23.000                                                                                                                 ---------------------------
            Total biaya produksi…………………………………           Rp       473.000                                                                                                                     ================


Laporan Biaya Produksi Departemen B



PT. MENTARI
LAPORAN BIAYA PRODUKSI DEPARTEMEN B
PERIODE JANUARI 2007


Data Kuantitas Produksi

Unit yang dimasukkan dalam proses                          30.000 kg
                                                                                    ========
Unit produk jadi yang ditransfer ke gudang                                      24.000 kg
Unit produk yang masih dalam proses                                                  6.000 kg
                                                                                                            --------------
Unit produk yang dihasilkan                                                              30.000 kg
                                                                                                            ========

Biaya yang dibebankan selama Bulan Januari :

                                                                                                            Total Biaya                  Biaya Per kg
            Harga pokok dari dept. A (30.000 kg)           Rp        450.000          Rp  15
                                                                                    ----------------------         ------------
            Biaya tenaga kerja                                          Rp       270.000           Rp  10
            Biaya overhead pabrik                                                405.000                  15
                                                                                    ------------------------      -----------
            Jumlah biaya yang ditambahkan di Dept.B    Rp       675.000           Rp  25
                                                                                    ------------------------      -----------
            Total biaya kumulatif di Dept. B                    Rp      1.125.000         Rp  40
                                                                                    ===============  ======

Perhitungan Biaya Produksi :

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang
            (24.000 kg x Rp 40)                                                                Rp       960.000
Harga pokok persediaan produk yang masih dalam proses :
     Harga pokok dari dept.A = 6000kg x Rp 15     =Rp 90.000                                
     Biaya tenaga kerja         = 50%x6000kgxRp10 =      30.000
     Biaya overhead pabrik  = 50%x6000kgxRp15 =      45.000
                                                                                    --------------------
                                                                                                            Rp       165.000                                                                                                                 ---------------------------
            Total biaya produksi…………………………………           Rp      1.125.000                                                                                                                    ================


c.       Jurnal untuk mencatat biaya produksi di dept. A

7.      Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan baku :

BDP-BBB                               Rp   5.000.000
            Persediaan bahan baku                                    Rp   5.000.000

8.      Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan penolong :

BDP-BBP                                           Rp   7.500.000
            Persediaan bahan penolong                 Rp   7.500.000

9.      Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja :

BDP-BTK                                           Rp  11.250.000
            Biaya Gaji dan Upah                          Rp  11.250.000

10.  Jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik :

BDP-BOP                                                       Rp  16.125.000
            Berbagai rekening BOP yg dikreditkan          Rp  16.125.000

11.  Jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang :

Persediaan produk jadi                       Rp  35.000.000
            BDP-BBB                                           Rp   4.000.000
            BDP-BBP                                           Rp    6.000.000
            BDP-BTK                                           Rp   10.000.000
            BDP-BOP                                           Rp   15.000.000

12.  Jurnal untuk mencatat harga pokok persediaan yang masih dalam proses akhir bulan :

Persediaan Produk dalam proses                    Rp  4.875.000
            BDP-BBB                                           Rp    1.000.000
            BDP-BBP                                           Rp    1.500.000
            BDP-BTK                                           Rp    1.200.000
            BDP-BOP                                           Rp    1.125.000

3.5.4.      PERHITUNGAN HARGA POKOK PROSES – JIKA ADA UNIT YANG HILANG DI AWAL PROSES PRODUKSI

            Di dalam proses produksi, tidak semua produk yang diolah dapat menjadi produk yang baik yang memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Produk yang hilang pada awal proses dianggap belum ikut menyerap biaya produksi yang dikeluarkan dalam departemen yang bersangkutan, sehingga tidak diikutsertakan dalam perhitungan-perhitungan unit ekuivalensi produk yang dihasilkan dalam departemen tersebut.
            Dalam departemen produksi pertama,produk yang hilang pada awal proses mempunyai akibat menaikkan harga pokok produksi persatuan. Dalam departemen produksi berikutnya, produk yang hilang pada awal proses mempunyai dua akibat : 1) menaikkan harga pokok produksi per satuan produk yang diterima dari departemen produksi sebelumnya, dan 2) menaikkan harga pokok produksi per satuan produk yang ditambahkan dalam departemen produksi setelah departemen produksi yang pertama.



Contoh 3) :
PT. PURNAMA memiliki dua departemen produksi untuk menghasilkan produknya yaitu departemen A dan departemen B. Data produksi dan biaya kedua departemen tersebut untuk Bulan Mei 2009 adalah sebagai berikut :
Keterangan
Departemen A
Departemen B
Produk yang dimasukkan dalam proses
Produk selesai yang ditransfer ke dept. B
Produk selesai yang ditransfer ke gudang
Produk dalam proses akhir bulan dengan tingkat penyelesaian sebagai berikut :
       B. Bahan baku
       B. Bahan penolong
       B. Konversi
Produk yang hilang pada awal proses
1.000   kg
   700   kg

   200   kg

   100%
   100%
     40%
   100   kg
700   kg

400   kg
100   kg

-
60%
50%
200    kg

Menurut catatan Bagian Akuntansi, biaya-biaya produksi yang telah dikeluarkan selama Bulan Mei 2009 adalah :
                                                            Departemen A             Depaartemen B
            Biaya bahan baku                    Rp        22.500                                    -
            Biaya bahan penolong                         26.100             Rp       16.100
            Biaya tenaga kerja                               35.100                         22.500
            B O P                                                  46.800                         24.750
                                                            _____________          ______________
                                                            Rp       130.500           Rp         63.350
                                                            ============         =============
Diminta :

a.       Hitunglah produksi ekuivalen dan biaya produksi perunit pada tiap departemen.
b.      Siapkan laporan biaya produksi pada tiap departemen.


Penyelesaian :
a.       Produksi ekuivalen dan biaya perunit departemen A :
Jenis Biaya                        Produksi ekuivalen                  Biaya produksi            Biaya per kg
produk yang
dihasilkan
     ===================================================================

       B. Bahan baku     700 kg + 100% x 200 = 900kg           Rp  22.500                  Rp       25
       B. Bahan penolong700 kg + 100% x 200 = 900kg                 26.100                              29
       B. Tenaga kerja    700 kg + 40%   x 200 = 780kg                  35.100                              45
       B O P                   700 kg + 40%   x 200 = 780kg                  46.800                              60
                                                                                                ----------------                ----------------
                                                                                                Rp 130.500                 Rp      159
                                                                                                =========                ========== 

     ===================================================================

Produksi ekuivalen dan biaya perunit departemen B :
Jenis Biaya                        Produksi ekuivalen                  Biaya produksi            Biaya
per kg produk
          yang dihasilkan
      =====================================================================

       B. Bahan penolong400 kg + 60% x 100 = 460kg            Rp  16.100                  Rp       35
       B. Tenaga kerja    400 kg + 50% x 100 = 450kg                    22.500                              50
       B O P                   400 kg + 50% x 100 = 450kg                     24.750                             55
                                                                                                --------------                   ----------------
                                                                                                Rp  63.350                  Rp     140
                                                                                                =========                ========== 

     ===================================================================

b.      Laporan biaya produksi departemen A :

PT. PURNAMA
LAPORAN BIAYA PRODUKSI DEPARTEMEN A
PERIODE : MEI 2009


Data Kuantitas Produksi

Unit yang dimasukkan dalam proses                          1.000 kg
                                                                                    ========
Unit produk jadi yang ditransfer ke dept.B                                          700 kg
Unit produk yang masih dalam proses                                                   200 kg
Unit yang hilang pada awal proses                                                        100 kg
                                                                                                            --------------
Unit produk yang dihasilkan                                                              1.000 kg
                                                                                                            ========

Biaya yang dibebankan selama Bulan Januari :

                                                                        Total Biaya                  Biaya Per kg

            Biaya bahan baku                                            Rp         22.500           Rp   25
            Biaya bahan penolong                                                   26.000                   29
            Biaya tenaga kerja                                                         35.100                   45
            Biaya overhead pabrik                                                  46.800                   60
                                                                                    ------------------------      -----------
            Total biaya produksi                                       Rp       130.500           Rp 159
                                                                                    ===============  ======


Perhitungan Biaya Produksi :

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke dept.B
            (700 kg x Rp 159)                                                       Rp                   111.300
Harga pokok persediaan produk yang masih dalam proses :
     Biaya bahan baku       = 100%x200kgxRp 25=Rp   5.000
     Biaya bahan penolong= 100%x200kgxRp 29=        5.800                        
     Biaya tenaga kerja      =   40%x200kgxRp 45=        3.600
     Biaya overhead pabrik=   40%x200kgxRp 60=        4.800
                                                                                --------------------
                                                                                                Rp                      19.200                                                                                                                 ---------------------------
            Total biaya produksi…………………………………           Rp       130.500                                                                                                                     ================


Laporan Biaya Produksi Departemen B



PT. PURNAMA
LAPORAN BIAYA PRODUKSI DEPARTEMEN B
PERIODE : MEI 2009


Data Kuantitas Produksi

Unit yang dimasukkan dalam proses                          700 kg
                                                                                    ========
Unit produk jadi yang ditransfer ke gudang                                      400 kg
Unit produk yang masih dalam proses                                                100 kg
Unit produk yang hilang diawal proses                                              200 kg
                                                                                                            --------------
Unit produk yang dihasilkan                                                              700 kg
                                                                                                            ========

Biaya yang dibebankan selama Bulan Januari :

                                                                        Total Biaya                  Biaya Per kg
            Harga pokok dari dept. A                               Rp        111.300          Rp  159

            Penyesuaian harga pokok persatuan karena
            Adanya produk yang hilang dlm proses                                                      63,60
                                                                                    ----------------------         --------------
                                                                                    Rp       111.300           Rp 222,60     
                                                                                    ----------------------         --------------
            Biaya yang ditambahkan dalam dept. B :

            Biaya bahan penolong                                     Rp       16.100             Rp    35                      
            Biaya tenaga kerja                                          Rp       22.500                     50
            Biaya overhead pabrik                                                24.750                      55
                                                                                    ------------------------      --------------
            Jumlah biaya yang ditambahkan di Dept.B    Rp       63.350             Rp  140
                                                                                    ------------------------      --------------
            Total biaya kumulatif di Dept. B                    Rp       174.650           Rp  362,60
                                                                                    ===============   =========

Perhitungan Biaya Produksi :

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang
            (400 kg x Rp 362,60)                                                  Rp                   145.040
Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir bulan (100kg)
Harga pokok produk dari dept A : 100kgxRp222,60 = Rp   22.260
Harga pokok yang ditambahkan dalam dept. B :
     Biaya bahan penolong        = 100kgx60%xRp35   =         2.100                          
     Biaya tenaga kerja              = 100kgx50%xRp50   =          2.500
     Biaya overhead pabrik        = 100kgx50%xRp55   =          2.750
                                                                                    --------------------
                                                                                                Rp                      29.610                                                                                                                 ---------------------------
            Total biaya produksi…………………………………           Rp        174.650                                                                                                                     ================


3.5.5.      PERHITUNGAN HARGA POKOK PROSES – JIKA ADA UNIT YANG HILANG DI AKHIR PROSES PRODUKSI

            Produk yang hilang pada akhir proses sudah ikut menyerap biaya produksi yang dikeluarkan dalam departemen yang bersangkutan, sehingga harus diperhitungkan dalam penentuan unit ekuivalen produk yang dihasilkan oleh departemen tersebut.

Contoh 4) :
CV. PERMATA HATI memiliki dua departemen produksi untuk menghasilkan produknya yaitu departemen A dan departemen B. Data produksi dan biaya kedua departemen tersebut untuk Bulan Agustus 2009 adalah sebagai berikut :
Keterangan
Departemen A
Departemen B
Produk yang dimasukkan dalam proses
Produk selesai yang ditransfer ke dept. B
Produk selesai yang ditransfer ke gudang
Produk dalam proses akhir bulan dengan tingkat penyelesaian sebagai berikut :
       B. Bahan baku
       B. Bahan penolong
       B. Konversi
Produk yang hilang pada akhir  proses
1.000   kg
   700   kg

   200   kg

   100%
   100%
     40%
   100   kg
700   kg

400   kg
100   kg

-
60%
50%
200    kg

Menurut catatan Bagian Akuntansi, biaya-biaya produksi yang telah dikeluarkan selama Bulan Mei 2009 adalah :
                                                            Departemen A             Depaartemen B
            Biaya bahan baku                    Rp        22.500                                    -
            Biaya bahan penolong                         26.100             Rp       16.100
            Biaya tenaga kerja                               35.100                         22.500
            B O P                                                  46.800                         24.750
                                                            _____________          ______________
                                                            Rp       130.500           Rp         63.350
                                                            ============         =============
Diminta :

a.       Hitunglah produksi ekuivalen dan biaya produksi perunit pada tiap departemen.
b.      Siapkan laporan biaya produksi pada tiap departemen.

Penyelesaian :
a.       Produksi ekuivalen dan biaya perunit departemen A :
Jenis Biaya            Produksi ekuivalen                     Biaya produksi         Biaya per kg produk
 yang dihasilkan
      ====================================================================

         B. Bahan baku           700 kg + 100% x 200 + 100 = 1.000kg    Rp  22.500                   Rp           22.50
         B. Bhn penolong        700 kg + 100% x 200 + 100 = 1.000kg           26.100                                  26,10
         B. Tenaga kerja          700 kg + 40%   x 200 + 100 =    880kg            35.100                                  39,89
         B O P                            700 kg + 40%   x 200 + 100 =    880kg           46.800                                    53,18
                                                                                                                        ----------------   ---------------------
                                                                                                                        Rp 130.500                   Rp        141,67
                                                                                                                        =========                   ============   

     ===================================================================

Produksi ekuivalen dan biaya perunit departemen B :
Jenis Biaya            Produksi ekuivalen                       Biaya produksi       Biaya per kg produk
 yang dihasilkan
      =====================================================================

       B. Bahan penolong    400 kg + 60% x 100 +200 = 660kg                  Rp  16.100                            Rp           24,39
         B. Tenaga kerja          400 kg + 50% x 100 +200 = 650kg                        22.500                                            34,62
         B O P                            400 kg + 50% x 100 +200 = 650kg                         24.750                                            38.08
                                                                                                                                --------------                             -------------------
                                                                                                                                Rp  63.350                            Rp          97,09
                                                                                                                                =======                    =========

     ===================================================================

b.      Laporan biaya produksi departemen A :

CV PERMATA HATI
LAPORAN BIAYA PRODUKSI DEPARTEMEN A
PERIODE : AGUSTUS 2009


Data Kuantitas Produksi

Unit yang dimasukkan dalam proses                          1.000 kg
                                                                                    ========
Unit produk jadi yang ditransfer ke dept.B                                          700 kg
Unit produk yang masih dalam proses                                                   200 kg
Unit yang hilang pada akhir proses                                                        100 kg
                                                                                                            --------------
Unit produk yang dihasilkan                                                              1.000 kg
                                                                                                            ========

Biaya yang dibebankan selama Bulan Januari :

                                                                        Total Biaya                  Biaya Per kg

            Biaya bahan baku                                            Rp         22.500                       Rp   22,50
            Biaya bahan penolong                                                   26.000                               26,10
            Biaya tenaga kerja                                                         35.100                               39,89
            Biaya overhead pabrik                                                  46.800                               53,18
                                                                                    ------------------------                  --------------
            Total biaya produksi                                       Rp       130.500                       Rp 141,67
                                                                                    ===============              ========


Perhitungan Biaya Produksi :

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke dept.B
            (700 kg x Rp 141,67)                                                              Rp       99.169,00
Penyesuaian karena adanya produk yang hilang diakhir proses
            (100 kg x Rp 141,67)                                                                          14.167,00
Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke dept. B                     -------------------------    
            (700 kg x Rp 161,91)                                                              Rp       113.334,40
Harga pokok persediaan produk yang masih dalam proses :
     Biaya bahan baku       = 100%x200kgxRp 25,50=Rp   4.500
     Biaya bahan penolong= 100%x200kgxRp 26,10=        5.220                               
     Biaya tenaga kerja      =   40%x200kgxRp 39,89=        3.191,20
     Biaya overhead pabrik=  40%x200kgxRp 53,18=        4.254,40
                                                                                --------------------
                                                                                                            Rp       17.165,60                                                                                                              ---------------------------
            Total biaya produksi………………………………………   Rp       130.500,00                                                                                                                 ================


Laporan Biaya Produksi Departemen B :


CV PERMATA HATI
LAPORAN BIAYA PRODUKSI DEPARTEMEN B
PERIODE : AGUSTUS 2009


Data Kuantitas Produksi

Unit yang dimasukkan dalam proses                          700 kg
                                                                                    ======
Unit produk jadi yang ditransfer ke gudang                                      400 kg
Unit produk yang masih dalam proses                                                100 kg
Unit produk yang hilang diawal proses                                              200 kg
                                                                                                            -----------
Unit produk yang dihasilkan                                                              700 kg
                                                                                                            ======

Biaya yang dibebankan selama Bulan Januari :

                                                                        Total Biaya                  Biaya Per kg
            Harga pokok dari dept. A                               Rp        111.300          Rp  159

            Penyesuaian harga pokok persatuan karena
            Adanya produk yang hilang dlm proses                                                     63,60
                                                                                    ----------------------         --------------
                                                                                    Rp       111.300           Rp 222,60     
                                                                                    ----------------------         --------------
            Biaya yang ditambahkan dalam dept. B :

            Biaya bahan penolong                                     Rp       16.100             Rp    35                      
            Biaya tenaga kerja                                          Rp       22.500                     50
            Biaya overhead pabrik                                                24.750                      55
                                                                                    ------------------------      ----------------
            Jumlah biaya yang ditambahkan di Dept.B    Rp       63.350             Rp  140
                                                                                    ------------------------      ----------------
            Total biaya kumulatif di Dept. B                    Rp       174.650           Rp  362,60
                                                                                    ===============  =========

Perhitungan Biaya Produksi :

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang
            (400 kg x Rp 362,60)                                                              Rp       145.040
Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir bulan (100kg)
Harga pokok produk dari dept A : 100kgxRp222,60 = Rp   22.260
Harga pokok yang ditambahkan dalam dept. B :
     Biaya bahan penolong        = 100kgx60%xRp35   =         2.100                          
     Biaya tenaga kerja              = 100kgx50%xRp50   =          2.500
     Biaya overhead pabrik        = 100kgx50%xRp55   =          2.750
                                                                                    --------------------
                                                                                                            Rp         29.610                                                                                                                  ---------------------------
            Total biaya produksi…………………………………           Rp       174.650                                                                                                                      ================

3.6.  RANGKUMAN
            Metode harga pokok proses diterapkan untuk mengolah informasi biaya produksi dalam perusahaan yang produksinya dilaksanakan secara missal.  Metode harga pokok  proses berbeda dengan metode harga pokok pesanan dalam hal pengumpulan biaya produksi, pengelompokan biaya yang dimasukkan dalam unsur biaya overhead pabrik.
            Masalah pokok yang terdapat dalam metode harga pokok proses adalah bagaimana menentukan harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen produksi berikutnya atau ke gudang, dan bagaimana menentukan harga pokok produk yang pada akhir periode masih dalam proses di suatu departemen. Untuk menentukan pokok tersebut, diperlukan perhitungan biaya produksi persatuan produk yang dihasilkan oleh suatu departemen. Untuk menghitung biaya persatuan produk yang dihasilkan oleh suatu departemen, perlu ditentukan unit ekuivalensi. Unit ekuivalensi ini dipengaruhi oleh jumlah produk selesai yang ditransfer ke departemen selanjutnya atau ke gudang, tingkat penyelesaian persediaan produk dalam proses pada akhir periode, dan ada tidaknya produk yang hilang dalam proses.  

LATIHAN  :
1.    Jelaskan perbedaan antara metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses ditinjau dari segi pengumpulan biaya produksi, perhitungan harga pokok per satuan, klasifikasi biaya produksi, dan unsur  yang  digolongkan dalam BOP.
2.    PT. SAPHIRA memiliki dua departemen produksi untuk menghasilkan produknya : Departemen A dan departemen B. Bagian akuntansi perusahaan tersebut mengumpulkan data dalam Bulan Januari 2010 sebagai berikut :
Departemen A             Departemen B

Unit yang dimasukkan dalam proses                                             35.000 kg
Unit yang diterima dari dept. A                                                                             31.000 kg
Produk jadi yang ditransfer ke gudang                                                                  25.000 kg
Unit yang masih dalam proses                                             4.000 kg                      6.000 kg
Biaya yang dikeluarkan dalam bulan tsb :
       Biaya bahan baku                                                        Rp  340.000                Rp       0
       Biaya tenaga kerja                                                       Rp  462.000                Rp  585.000
       B O P                                                                          Rp  616.000                Rp  702.000
Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir :
       Biaya bahan baku                                                        100%                           -
       Biaya konversi                                                              20%                           40%

Diminta :
a.       Hitunglah produksi ekuivalen dan biaya perunit masing-masing departemen.
b.      Siapkan laporan biaya produksi masing-masing departemen
c.       Catatlah ayat jurnal untuk transaksi yang berhubungan dengan proses produksi diatas.
3.  Untuk bulan Desember 2009, departemen pengendalian produksi Lauren Chemical Industri melaporkan data produksi berikut untuk Departemen 2 :
                        Ditransfer dari departemen 1……………………50.000 liter
                        Ditransfer ke departemen 3……………………...39.500 liter
                        Dalam proses pada akhir Desember
                        (1/3 konversi)……………………………………10.500 liter
       Semua bahan dimasukkan ke dalam proses di Departemen 1. Departemen biaya mengumpulkan angka-angja dibawah ini dari departemen 2 :
            Biaya per unit dari produk yang diterima dari departemen 1………...$    1,80
            Biaya pekerja pada Departemen 2……………………………………$ 27.520
            BOP yang dibebankan            ………………………………………………..$ 15.480
       Diminta : Susunlah laporan biaya produksi untuk Departemen 2 pada bulan Desember.